Al ‘Ilmu An Naafi’ (Ilmu yang bermanfaat)

Tinggalkan komentar

Saat engkau menjadi laksana cahaya bulan diantara bintang-bintang, tahukah kau mengapa hal itu bisa terjadi pada dirimu? Saat engkau menjadi incaran dan dicari-cari makhluk yang tak pernah makan, minum tidur dan sangat patuh pada Rabbnya (yaitu malaikat) agar mereka dapat menaungimu dan mendoakanmu, tahukah engkau hal apa yang membuatmu menjadi seperti itu?

Al ‘Ilmu, dialah yang menjadikan seseorang sebagai incaran dan dicari-cari malaikat untuk dinaungi dengan sayapnya dan diucapkan sholawat/do’a baginya. Al ‘Ilmu, dialah yang sampai membuat ikan-ikan di lautan berdo’a pada orang yang memilikinya, yang membuat seseorang yang memilikinya itu berbeda dengan orang yang tak memilikinya (QS. Az Zumar, QS Adz Dzariyat), yang sehingga Allah memberikan pujian (QS. Ali Imran, QS Al Fathir:28) dan mengangkat derajat pemiliknya di dunia dan di akhirat, Subhanallah..

Al ‘Ilmu, adalah mengetahui (secara bahasa) dan mengetahui sesuatu sebagaimana mestinya dengan pengetahuan yang sempurna/benar yang berdiri tegak diatas Al Qur’an dan As Sunnah (secara istilah).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah, Shohih)

Dan tak dapat dipungkiri bahwa ilmu yang dimaksudkan disini adalah Ilmu syari’at dan bermanfaat. Sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab Al Hambali menyebutkan definisi Ilmu yang bermanfaat (Al ‘Ilmu An Naafi’) dalam kitabnya ‘Fadhlu ‘ilmis salaf ‘ala ‘ilmi khalaf’ (hal. 6) dimana beliau berkata:

“Ilmu yang bermanfaat dari semua ilmu adalah mempelajari dengan seksama dalil-dalil dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahi ‘alaihi wa Sallam, serta (berusaha) memahami kandungan maknanya, dengan mendasari pemahaman tersebut dari penjelasan para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, para Tabi’in dan orang-orang yang mengikuti (petunjuk) mereka dalam memahami kandunga Al Qur’an dan Hadits. (begitu pula) dalam (memahami penjelasan) mereka dalam masalah halal dan haram, pengertian zuhud, amalan hati (penyucian jiwa), pengenalan (tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala) dan pembahasan ilmu lainnya, dengan terlebih dahulu berusaha untuk memisahkan dan memilih (riwayat-riwayat0 yang shahih (benar) dan tidak benar, kemudian berupaya untuk memahami dan menghayati kandungan maknanya. Semua itu sangat cukup (untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat) bagi orang yang berakal dan merupakan kesibukan (yang bermanfaat) bagi orang yang memberi perhatian dan berkeinginan besar (untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat).”

Lalu, hal apa lagi yang menghalangimu dan membuatmu enggan untuk menggelutinya?

-Ummu Shofiyyah-

Iklan

Khutbatul Hajjah

Tinggalkan komentar

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَ مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

“[Sesungguhnya], segala puji bagi Allah, [kami memuji-Nya], kami memohon pertolongan dan ampunan-Nya.  Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami [dan dari kejahatan amal perbuatan kami]. Barangsiapa yang Allah berikan petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa  yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadahi secara benar kecuali Allah – [Maha Esa Dia dan tidak ada sekutu bagi-Nya] –  dan  aku  bersaksi  bahwa  Muhammad  adalah hamba dan Rasul-Nya.” (HR. Imam yang lima dan Tirmidzi menghasankan hadits ini)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Hai  orang-orang  yang  beriman,  bertakwalah  kepada  Allah sebenar-benar  takwa  kepada-Nya;  dan  janganlah  sekali-kali kamu mati melainkan  dalam  keadaan  beragama  Islam.”  (QS Al-Imran  [3] : 102).

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأََرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan  laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mem-pergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain,dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An-Nisa [4] : 1).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,  niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan  barangsiapa menta’ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS Al-Ahzab [33] : 70-71)

أَمَّا بَعْدُ

فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Amma ba’du

“Bahwa perkataan yang paling benar adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk

adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Salam seburuk-buruk masalah adalah masalah yang diada adakan . semua yang diada-adakan adalah bid’ah, semua yang bid’ah sesat dan semua yang sesat akan membawa ke neraka.” (HR. Muslim 2/11, Ahmad dan Nasa’i)

 -Ummu Shofiyyah- 

Newer Entries

%d blogger menyukai ini: